Wonderkid PSM Bersyukur Bisa Kembali Tembus Skuat Garuda Select

Rafli Asrul - Garuda Select - PSM - @raflyasrul07
Rafli Asrul - Garuda Select - PSM - @raflyasrul07

Football5star.com, Indonesia – Wonderkid PSM Makassar, Muhammad Rafli Asrul, merasa sangat senang karena kembali terpilih ke dalam skuat Garuda Select. Ia mengaku tak keberatan apabila ditunjuk menjadi kapten tim selama berlatih di Inggris.

Ini merupakan kali kedua Rafli terpilih ke dalam skuat Garuda Select. Pemain berusia 17 tahun itu juga menjadi salah satu pemain yang tergabung ke dalam skuat Garuda Sleect jilid II beberapa bulan lalu.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa kembali berlatih di Inggris. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan semoga bisa memaksimalkannya dengan lebih baik lagi,” ujar Rafli Asrul dikutip dari SuperSoccer.

Rafli Asrul - Garuda Select - PSM - @raflyasrul07 2
instagram.com/raflyasrul07

“Kalau memang (nantinya) dipercaya sebagai kapten, Insya Allah saya siap. Tapi bagi saya pribadi, yang terpenting adalah bermain sebaik mungkin. Kalau pemain lain yang ditunjuk sebagai kapten, saya juga siap dipimpin,” sambung Rafli.

Rafli bukanlah satu-satunya wajah lama yang kembali terpilih ke dalam skuat Dennis Wise. Ada tiga nama lain. Yakni Kakang Rudianto (Persib Bandung), Edgard Amping (PSM Makassar), dan Fernando Pamungkas (Persebaya Surabaya).

Keempat pemain tersebut tentu diberi ekspektasi yang cukup tinggi oleh Wise. Mantan penggawa Chelsea itu berharap Rafli, Edgard, Kakang dan Fernando bisa menjadi pemimpin di dalam skuatnya.

“Keempat pemain itu akan kami bawa kembali ke Inggris. Dari pengalaman musim lalu, mereka sudah tahu harus apa dan bisa menjadi contoh bagi yang baru datang tahun ini. Dengan bakat yang mereka miliki, kehadiran mereka sangat membantu, terutama ketika tim bertanding,” ujar Dennis Wise.

The post Wonderkid PSM Bersyukur Bisa Kembali Tembus Skuat Garuda Select appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Baca:  Mengeluh, Ronald Koeman bahkan dituding berbohong oleh pelatih Getafe