Nostalgia Hari Ini: Syamsir Alam dkk Belajar di Uruguay

Nostalgia Hari Ini: Syamsir Alam dkk Belajar di Uruguay
Nostalgia Hari Ini: Syamsir Alam dkk Belajar di Uruguay

Football5star.com, Indonesia – Mengirimkan pemain muda untuk belajar sepak bola di luar negeri sudah menjadi salah satu program PSSI. Di era 90-an publik pasti teringat dengan program Primavera dan Baretti. Program yang sama diluncurkan PSSI pada 2009.

Tepatnya, pada 18 Januari 2009, PSSI resmi mengirimkan sejumlah pemain muda untuk belajar sepak bola di Uruguay. Proyek pembinaan pemain muda ke Uruguay ini dikenal sebagai Sociedad AnĂ³nima Deportiva (SAD). Sejumlah pemain seperti Syamsir Alam dan Alfin Tuasalamony, 12 tahun lalu terbang ke Uruguay.

Syamsir Alam dkk Belajar di Uruguay "class =" wp-image-371070
antaranews

SAD Indonesia adalah program untuk pemain Indonesia berusia 17 tahun ke bawah. Nanti di Uruguay, para pemain tersebut akan berlaga di Liga Uruguay U-17. Keberangkatan Syamsir Alam dkk pada 18 Januari 2009 merupakan gelombang kedua.

Di gelombang pertama tahun 2018 ini, Syamsir Alam juga turut berpartisipasi bersama sejumlah pemain lain seperti Dimas Galih Pratama, Reffa Money, dan Yericho Christiantoko. Sejumlah prestasi positif diraih tim SAD Indonesia 2008, misalnya, berhasil menghancurkan Deportivo Maldonado dengan skor 4-0 di Divisi Quinta 2008.

Hasil itu merupakan kemenangan ketiga tim SAD Indonesia 2008 asuhan Cesar Payovich. Prestasi ini kemudian membuat PSSI mengirim tim kembali pada 2009.

Bukan sebagai Harapan

Demis Jamaoedin, penanggung jawab proyek SAD, mengatakan pemilihan ini berdasarkan laporan evaluasi dari tim pelatih Cesar Payovich. PSSI akan memanggil pemain yang masuk Proyek Uruguay 2009 melalui Pengda PSSI dari pemainnya masing-masing.

Dari 25 pemain SAD Indonesia 2009, ada tiga nama, yakni Vava Mario Yagalo, Rizky Pellu, dan Beny Stya Yoewanto yang merupakan jebolan timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2008 di Uzbekistan.

Syamsir Alam dkk Belajar di Uruguay2 "class =" wp-image-371071
tujuan

SAD Indonesia sendiri kemudian bergulir hingga 2012. Tim ini dikabarkan menghabiskan anggaran tahunan sebesar Rp. 12,5 miliar. Sayangnya, bujet yang besar tersebut tidak diimbangi dengan prestasi bagus tim ini saat membela timnas Indonesia.

Baca:  Ole Gunnar Solskjaer: Kiper Kobenhavn Luar Biasa

Pada November 2009, tim kembali ke Indonesia untuk berlaga dalam kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Si Jalak Harupat. Namun sayang, Syamsir Alam dkk gagal mewujudkan ambisinya lolos ke putaran final Piala Asia U-19, setelah hanya mampu menempati peringkat ke-3 dari hasil 2 kali menang, 1 seri, dan 2 kali kalah.

Daftar Pemain SAD Indonesia 2009:

Kiper: Tri Windu Anggono (Pengda Jatim), Dimas Galih (Jatim), Beny Stya Yoewanto (Jatim)

Belakang: Yericho Christiantoko (Jawa Timur), Reffa Money (Jawa Timur), Mokhamad Syaifudin (Jawa Timur), Sedek Sanaky (Maluku), Alfin Tuasalomny (Maluku), Ferdiansyah (DKI Jakarta), Taji Prasetio (DKI Jakarta), Imam Agus Faisal (Jawa Tengah)

Tengah: Mochamad Zaenal Haq (Jawa Timur), Feri Firmansyah (Jawa Timur), Ismail Marzuki (Jawa Timur), Rizky Ahmad Sanjaya Pellu (Jawa Timur), Abdul Rahman Lestaluhu (Maluku), Rinaldi Gunapradiptha (DKI Jakarta), Ridwan Awaludin ( Banten)

Forward: Sahlan Sodik (Jawa Timur), Vava Mario Yagalo (Jawa Timur), Syaiful Bachri Ohorella (Maluku), Syamsir Alam (DKI Jakarta), Alan Martha (Sumatera Barat), Novri Setiawan (Sumatera Barat), Yandi Sofyan Munawar (Jawa Barat).

Kiriman Nostalgia Hari Ini: Syamsir Alam dkk Belajar di Uruguay muncul pertama kali di Berita Sepak Bola Terbaru, Skor Langsung, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.