Mendadak Kaya, Pria Ini Bukan Menjual Jersey Ikonik Maradona

Mendadak Kaya, Pria Ini Bukan Menjual Jersey Ikonik Maradona
Mendadak Kaya, Pria Ini Bukan Menjual Jersey Ikonik Maradona

Football5star.com, Indonesia – Sejak kematian Diego Maradona, banyak pihak yang memburu barang-barang legendaris tersebut. Salah satu barang yang diburu kolektor adalah jersey yang dikenakan Maradona saat mencetak Tangan Tuhan di Piala Dunia 1986.

Jersey ikonik ini ternyata milik mantan pemain Inggris Steve Hodge. Jerseynya sendiri kabarnya dibandrol dengan harga yang fantastis yakni 1 juta dollar Amerika Serikat. Meski begitu, Hodge mengaku tidak akan menjual jersey tersebut.

Diego Maradona Ingin Ulangi Gol Tangan Tuhan ke Inggris Goal "class =" wp-image-351814

"Saya sudah memilikinya selama 34 tahun dan tidak pernah sekalipun mencoba menjualnya," kata Hodge seperti dikutip Football5star.com dari Radio BBC.

“Saya senang memilikinya. Itu memiliki nilai sentimental yang luar biasa. Semua orang selalu mengetuk pintu saya dan telepon terus berdering sampai saya melepas jersey ini, ”tambahnya.

"Rasanya tidak nyaman. Saya bahkan diberitahu bahwa saya akan menjual jersey ini seharga 1 juta pounndsterling atau dua juta. Itu sangat salah. Saya tidak akan pernah menjual jersey ini," ujar mantan pemain Tottenham Hotpsur dan Leeds United itu.

Di Piala Dunia 1986, Steve Hodge menjadi salah satu pemain untuk tim Three Lions. Ia sempat memberikan assist untuk gol Glenn Hoddle ke gawang Paraguay di fase grup.

Di babak delapan besar saat bertemu Argentina, ia kembali bermain meski menjadi salah satu aktor yang membuat Maradona bisa mencetak Tangan Tuhan. Usai pertandingan, ia bertukar jersey dengan Maradona.

Beberapa waktu lalu, jersey bernomor punggung 10 tersebut disimpan di The National Football Museum yang berlokasi di Manchester, Inggris.

Postingan Bisa Kaya Tiba-Tiba, Pria Ini Menolak Menjual Jersey Ikonik Maradona muncul pertama kali di Berita Sepak Bola Terbaru, Skor Langsung, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Baca:  Liga 1 2021 Tanpa Degradasi, Hati-hati dengan Skor