Hal Positif Dibalik Aksi Pelarangan Kapten Cristiano Ronaldo

<pre><pre>Hal Positif Dibalik Aksi Pelarangan Kapten Cristiano Ronaldo

DBasia.news – Kabar tentang tokoh-tokoh besar dunia selalu menjadi berita menarik. Hal itu terjadi pada Cristiano Ronaldo usai melemparkan ban kapten pada laga Portugal melawan Serbia beberapa waktu lalu.

Pada pertandingan grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang berlangsung pada 28 Maret, pertandingan berakhir imbang 2-2 dengan drama kartu merah Nikola Milenkovic dan juga gol hantu yang dicetak Ronaldo di penghujung waktu.

Ronaldo melepaskan tembakan tepat sasaran dan bola melewati garis gawang sebelum disapu oleh bek asal Serbia tersebut. Ronaldo menganggapnya sebagai gol tetapi wasit mengatakan berbeda bahkan memberi Ronaldo kartu kuning.

Usai pertandingan usai Ronaldo membuang ban kaptennya ke tanah sebagai bentuk frustasi, sedangkan wasit pertandingan meminta maaf atas hal itu. Itu terjadi karena belum adanya teknologi garis gawang dan juga VAR.

"Itu adalah reaksi yang berlebihan. Dia (Ronaldo) seharusnya tidak bertindak seperti ini, seperti itu," kata legenda Juventus Alessandro Del Piero kepada ESPN.

"Tidak apa-apa untuk marah dan membicarakannya dengan wasit. Tapi melempar ban kapten dan berjalan seperti itu terlalu berlebihan bagi seseorang yang merupakan kapten tim dan mewakili sosok ikonik seperti dia."

"Saya juga memahami momen, pentingnya pertandingan dan juga ambisi pribadi yang dia berikan dalam segala hal yang dia lakukan."

Sikap Ronaldo memang banyak dikritik, namun di balik pelemparan ban kapten tersebut ada sisi humanis yang mengikutinya, bahkan bisa menyelamatkan nyawa seorang anak kecil.

Lelang ban kapten Cristiano Ronaldo

Berawal dari seorang pekerja stadion yang mengambil ban kapten yang dilempar Ronaldo, ia menyumbangkannya ke organisasi anak-anak, sebuah organisasi yang dimaksudkan untuk menggalang dana bagi bocah lelaki berusia enam bulan yang berasal dari Serbia.

Baca:  Italia mengizinkan 1.000 penonton di Serie A.

Anak itu menderita atrofi otot tulang belakang (SMA) atau penyakit saraf otot genetik, yang ditandai dengan kelumpuhan otot. Dia membutuhkan 2,5 juta euro untuk perawatan dan operasi. Penggalangan dana pun sangat terbantu dengan dilelang ban kapten Ronaldo.

Telegraph, media Serbia memberitakan bahwa dalam beberapa jam pertama ban kapten itu dilelang karena memecahkan rekor nasional untuk kategori perlengkapan olahraga.

Melihat banyaknya peminat di kapten Ronaldo yang akan memiliki nilai tinggi dan bersejarah di masa depan, cepat atau lambat dana yang dibutuhkan untuk sang anak akan mencukupi.

Postingan Hal Positif Dibalik Aksi Larangan Kapten Cristiano Ronaldo muncul pertama kali di DBAsia News.